Pelatihan Pembuatan Kue di Program TMMD: Dorong Kemandirian Ekonomi Warga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Bojonegoro, tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada upaya pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pelatihan pembuatan kue yang digelar di teras Balai Desa Kesongo.
Suasana Hangat dalam Pelatihan
Di tengah suasana formal balai desa, aroma harum ragi dan tepung menyambut para peserta pelatihan. Personel Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro bersama ibu-ibu penggerak PKK setempat antusias mengikuti praktik pembuatan roti manis yang dipandu oleh instruktur terampil, Kristin, dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
Para peserta tidak hanya belajar resep standar, tetapi juga teknik pemilihan bahan baku berkualitas, rahasia mengolah adonan hingga proses fermentasi yang menjadi kunci keberhasilan produk. Menurut Tari, anggota PKK yang ikut dalam pelatihan, untuk menghasilkan roti enak diperlukan ketelatenan dan perhatian khusus.
Focus on Hilirisasi Bisnis
Selain proses produksi, materi pelatihan juga membahas aspek hilirisasi bisnis. Peserta diberikan pengetahuan tentang strategi pemasaran modern, pentingnya inovasi produk, teknik pengemasan, serta branding kreatif agar produk bisa bersaing di pasaran. Kristin juga menekankan pentingnya berinovasi dan memiliki keunikan produk agar dapat menarik konsumen.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi warga merupakan fokus utama program ini. Pembangunan fisik penting, namun penguatan sumber daya manusia melalui program nonfisik seperti pelatihan kue ini diharapkan lebih berkelanjutan.
TMMD ke-129 di Desa Kesongo tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga menanam keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian perempuan di desa tersebut. Melalui kolaborasi yang manis ini, diharapkan akan muncul roda perekonomian baru bagi masyarakat setempat.





