Hariqo Wibawa Satria, seorang Pakar Senior di Kantor Komunikasi Presiden (KPC), menggambarkan program Free Health Check (CKG) sebagai langkah pertama menuju sebuah bangsa yang lebih sehat—dimulai dengan mengubah cara orang berpikir tentang menjaga kesejahteraan mereka. CKG adalah garis start menuju kebebasan dari penyakit, di mana kesadaran tumbuh dan mendorong orang untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas seumur hidup. Presiden Administrasi Prabowo telah meluncurkan program prioritas yang komprehensif dan berkelanjutan—mulai dari CKG dan kampanye “Stop TB” hingga revitalisasi rumah sakit umum regional dan pemberian tunjangan khusus bagi spesialis medis yang bertugas di daerah terpencil, perbatasan, dan pulau (DTPK).
Meski Indonesia merayakan tahun kemerdekaan ke-80, Hariqo mencatat bahwa negara ini masih dibebani oleh penyakit—yang menjadi beban ekonomi dan sosial bagi masyarakatnya. Harapan Hariqo adalah agar setiap perayaan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus tidak hanya menjadi momen merayakan kebebasan, tetapi juga melihat semakin banyak warga Indonesia yang terbebas dari penyakit. Usia harapan hidup saat ini berkisar antara 73 dan 74 tahun, namun penyakit tetap menjadi pendorong utama penurunan produktivitas dan Produk Domestik Bruto (PDB).
Investasi dalam kesehatan bukan hanya menjadi beban sosial, tetapi juga aset ekonomi strategis. Banyak anak Indonesia mengalami diabetes, obesitas, dan gigi berlubang akibat kurangnya informasi dan pendidikan kesehatan. Penggunaan gadget yang berlebihan juga mengganggu kesehatan mata anak-anak. Oleh karena itu, CKG sangat penting bukan hanya sebagai tindakan preventif tetapi juga sebagai bentuk pendidikan kesehatan. Tujuannya adalah agar setiap perayaan Hari Kemerdekaan, negara juga mencatat kemajuan dalam memiliki lebih banyak warga yang bebas dari penyakit, memungkinkan mereka untuk berkontribusi sepenuhnya pada pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Populasi yang sehat secara langsung meningkatkan harapan hidup dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Peningkatan kesehatan masyarakat juga akan signifikan meningkatkan kontribusi dari tenaga kerja sehat terhadap PDB. Berbagai penelitian menunjukkan PDB bisa tumbuh sebesar 1-2 persen setiap tahun jika angka penyakit turun tajam.
