Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Banyuwangi menjadi momen istimewa dengan penyaluran insentif bagi 14.241 guru ngaji. Acara tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Banyuwangi dan dihadiri ribuan santri, guru ngaji, serta tokoh agama. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,96 miliar untuk program insentif guru ngaji. Program ini telah berjalan sejak tahun 2011 sebagai wujud perhatian pemerintah daerah terhadap pendidik agama non-formal. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menekankan peran strategis guru ngaji dalam membentuk karakter generasi muda. Mereka bukan hanya pengajar Al-Qur’an, namun juga pembimbing moral dan keteladanan. Penyaluran insentif ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para guru ngaji yang telah mendidik dengan kesabaran dan keikhlasan. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan insentif bagi guru rohani dari berbagai agama. Salah satu penerimanya, Lailatul Muawanah, merasa bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Selain itu, jumlah penerima insentif tahun ini meningkat menjadi 14.241 orang, dengan syarat minimal mengajar 10 anak didik. Program insentif guru ngaji ini diharapkan dapat memberikan semangat bagi para pendidik agama non-formal untuk terus mengajar dengan ikhlas.
Insentif Rp9,9 Miliar Disalurkan untuk 14 Ribu Guru Ngaji





