BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia Dorong Ahli Waris Menjadi Wirausaha

by -47 Views

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Grab Indonesia Dorong Penerima Manfaat Menjadi Wirausaha

Pada Jumat (26/6/2026) lalu, Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur menggelar acara pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan di Malang. Acara tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi dengan Grab Indonesia menjadi langkah strategis dalam menguatkan peran perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Tantangan dan Kolaborasi Strategis

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan hanya dalam menyalurkan manfaat jaminan sosial, tetapi juga memperluas cakupan perlindungan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Grab Indonesia, menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Menurutnya, program pemberdayaan yang dilaksanakan merupakan respons dari arahan Direksi BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat literasi keuangan penerima manfaat. Hal ini bertujuan agar dana santunan tidak hanya habis untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi modal untuk usaha berkelanjutan.

Focus pada Pemberdayaan

Selama tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur berhasil menyalurkan manfaat sebesar Rp 3,2 triliun. Besarnya manfaat tersebut harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan keuangan, yang menjadi fokus dalam pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan yang dihadirkan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Zulkarnain Mahading, menjelaskan bahwa peserta acara akan dibekali dengan keterampilan mulai dari literasi keuangan hingga strategi memulai usaha. Tujuannya bukan hanya agar dana santunan bisa dikelola dengan bijak, tetapi juga agar penerima manfaat mampu menciptakan sumber penghasilan baru.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan program pemberdayaan ini dapat menjadi model perlindungan sosial yang berkelanjutan. Manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan tidak sekadar berhenti pada pemberian santunan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga peserta dan mendukung kesejahteraan pekerja Indonesia.

Source link