Mahasiswa Tuban Dorong Polisi dalam Aksi Tuntut Ambulans Gratis
Puluhan mahasiswa di Tuban menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Tuban pada Senin sore. Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Tuban menyediakan layanan ambulans rujukan gratis untuk warga miskin. Aksi ini menjadikan sorotan ketika terjadi kericuhan antara mahasiswa dan aparat keamanan.
Aksi Mahasiswa di Tuban
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban mulai dengan orasi dan memperlihatkan berbagai poster yang berisi tuntutan mereka. Namun, situasi memanas ketika mahasiswa berusaha memasuki kantor Bupati Tuban dengan memaksa menembus barikade yang sudah dipasang oleh polisi.
Ketua PC PMII Tuban, Rofiq Wahyudin, mengajak rekan-rekannya untuk merangsek masuk ke kantor demi mengecek keberadaan Bupati Tuban. Hal ini memicu kericuhan antara polisi dan mahasiswa yang akhirnya mereda setelah beberapa pejabat dari Pemkab Tuban keluar untuk bertemu dengan mahasiswa.
Respons Pemerintah
Para pejabat yang keluar berjanji untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Hal ini menjadi langkah responsif dari pemerintah setempat untuk memberikan ruang dialog dengan para mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi mereka secara langsung.
Dengan adanya aksi demonstrasi ini, diharapkan tuntutan mahasiswa terkait layanan ambulans rujukan gratis bagi warga miskin dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Tuban. Kejadian ini juga menjadi bagian dari dinamika pergerakan mahasiswa dalam menyuarakan isu-isu sosial yang dianggap penting bagi masyarakat.





