Volvo Induk Memulai Produksi Baterai Solid-State Terbaru

by -38 Views

Perkembangan baterai solid-state, yang dianggap sebagai solusi penyimpanan energi revolusioner, semakin dekat dengan kenyataan. Geely, perusahaan induk Volvo, telah mempercepat pengembangan teknologi sel solid-state miliknya. Kabarnya, baterai pertama yang sudah siap akan dipasang ke dalam kendaraan uji yang dijadwalkan akan beroperasi tahun ini. Meskipun demikian, kendaraan pertama yang dilengkapi dengan teknologi ini akan menjadi kendaraan uji (test mule) dan tidak akan dijual ke konsumen. Meski Geely tidak menjual mobil di Amerika Serikat, namun mereka memiliki beberapa merek terkenal seperti Lotus, Zeekr, Lynk & Co, dan Volvo. Hal ini memberikan potensi bagi salah satu merek tersebut untuk menghadirkan baterai solid-state di mobil listrik mereka di masa depan. Geely telah mengembangkan teknologi baterai sendiri sejak tahun 2010, dengan fokus utama pada sel lithium iron phosphate (LFP) dan sel solid-state.

Konon, Geely telah berhasil mencapai densitas energi sebesar 400 watt-jam per kilogram (Wh/kg) pada sel eksperimental tanpa cairan. Hal ini jauh lebih tinggi dari baterai lithium-ion saat ini yang biasanya menawarkan 200-300 Wh/kg. Selain menyimpan energi yang lebih besar, baterai solid-state juga memiliki potensi pengisian yang lebih cepat dan tingkat keselamatan yang lebih baik dibanding baterai konvensional. Meskipun Geely tidak sendirian dalam mengembangkan teknologi ini, dengan banyak perusahaan lain seperti Dongfeng, SAIC, Chery, Mercedes-Benz, Stellantis, dan BMW juga terlibat dalam penelitian ini.

Meskipun beberapa perusahaan optimis akan peluncuran unit produksi pertama pada tahun 2027, masih ada banyak pertanyaan teknis yang perlu dipecahkan, terutama terkait proses manufaktur elektrolit padat yang kompleks. Meski begitu, perkembangan teknologi baterai solid-state ini menjadi sorotan banyak pihak karena potensinya untuk mengubah industri otomotif secara besar-besaran. Tetapi, masih perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut sebelum teknologi ini bisa diadopsi secara luas.

Source link